Site icon SMPN 1 Tuntang

Kanvas Harapan 7B: Saat Mimpi Siswa Menjadi Prioritas Utama Guru Wali

TUNTANG – Papan tulis di kelas 7B SMP Negeri 1 Tuntang mendadak berubah wajah. Tidak ada rumus matematika yang rumit atau deretan teks sejarah yang panjang. Sebagai gantinya, ruang visual tersebut dipenuhi dengan coretan impian, gambar cita-cita, dan untaian doa para siswa.

Kegiatan bertajuk “Harapanku” ini diinisiasi oleh Ibu Silvia Berlian Kharunia, S.Pd., selaku Guru Wali kelas 7B. Program ini bukan sekadar aktivitas menggambar biasa, melainkan implementasi nyata dari transformasi peran pendidik yang diatur dalam Permendikdasmen No. 11 Tahun 2025.

Menjadikan Harapan sebagai Kompas Pendidikan

Dalam aturan terbaru tersebut, peran Guru Wali ditekankan pada fungsi pendampingan peserta didik secara menyeluruh. Ibu Silvia memahami bahwa sebelum membekali siswa dengan ilmu pengetahuan, seorang Guru Wali harus terlebih dahulu memahami “kemana” arah tujuan siswa tersebut.

“Melalui papan ‘Harapanku’ ini, saya ingin setiap anak berani mendeklarasikan mimpi mereka. Ketika mereka menuliskan cita-citanya di papan tulis, mereka sedang membangun komitmen pada diri sendiri dan saya hadir untuk mengawal proses itu,” ujar Ibu Silvia.

Implementasi Tugas Guru Wali Menurut Permendikdasmen No. 11 Tahun 2025

Kegiatan kreatif ini mencakup beberapa poin krusial tugas Guru Wali, di antaranya:

Antusiasme di Balik Coretan

Para siswa tampak sangat antusias. Dengan spidol di tangan, mereka bergantian maju untuk menghiasi papan tulis dengan berbagai profesi impian—mulai dari dokter, abdi negara, hingga pengusaha sukses. Proses ini menciptakan kedekatan emosional yang kuat antara siswa dan Guru Wali, sebuah fondasi penting dalam menciptakan ekosistem sekolah yang nyaman (student well-being).

SMP Negeri 1 Tuntang berharap melalui sentuhan hangat para Guru Wali seperti Ibu Silvia, sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga menjadi tempat di mana mimpi setiap anak dihargai dan diperjuangkan.

Exit mobile version