Site icon SMPN 1 Tuntang

Menjemput Keberkahan di Pagi Hari: Pembiasaan Salat Dhuha sebagai Pilar Karakter di Sekolah

TUNTANG – Setiap Kamis pagi, suasana di lingkungan sekolah terasa lebih teduh dan khidmat. Sebelum bel masuk kelas berbunyi dan lembaran buku pelajaran dibuka, para siswa dan guru berkumpul untuk melaksanakan Salat Dhuha berjamaah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kokurikuler pembiasaan pagi yang dirancang untuk memperkuat kecerdasan spiritual siswa.

Lebih dari Sekadar Rutinitas

Pembiasaan Salat Dhuha setiap hari Kamis ini bukan sekadar rutinitas fisik, melainkan bentuk pendidikan karakter (Character Building). Dengan memulai hari melalui ibadah, sekolah berupaya menanamkan nilai-nilai religiusitas sejak dini.

“Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki ketenangan batin dan disiplin spiritual. Salat Dhuha adalah bekal terbaik untuk memulai proses belajar dengan hati yang bersih,” ungkap salah satu guru pembimbing.

Manfaat Pembiasaan Salat Dhuha dalam Pendidikan

Sebagai kegiatan kokurikuler, praktik Salat Dhuha ini memiliki kaitan erat dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada dimensi Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia. Beberapa manfaat utamanya antara lain:

Kegiatan dimulai sekitar 15-20 menit sebelum jam pelajaran pertama. Setelah berwudu, siswa menuju musala atau area yang telah ditentukan dengan tertib. Rangkaian kegiatan biasanya ditutup dengan doa bersama dan nasihat singkat (kultum) yang berisi motivasi belajar maupun pesan moral untuk kehidupan sehari-hari.

Melalui pembiasaan Salat Dhuha setiap Kamis, sekolah berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya mengejar prestasi duniawi, tetapi juga senantiasa mengutamakan nilai-nilai spiritual. Dengan hati yang tertata, langkah menuju masa depan pun akan terasa lebih ringan dan berkah.

Exit mobile version