TUNTANG – SMP Negeri 1 Tuntang mendapatkan kehormatan menjadi saksi sejarah dalam pelestarian budaya lokal. Pada hari ini, lingkungan sekolah kami bertransformasi menjadi pusat prosesi adat Lung Tinampi Tirta Prawitra Suci dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Semarang ke-505.

Acara yang sarat akan makna filosofis ini dihadiri langsung oleh Camat Tuntang, Bapak Dhani Ardianto, S.STP, MM, beserta jajaran rombongan dari Kecamatan Bringin dan tamu undangan lainnya.

Harmoni Alam dan Budaya

Prosesi Lung Tinampi merupakan tradisi estafet air suci dan hasil bumi antar wilayah di Kabupaten Semarang. Di SMPN 1 Tuntang, rangkaian acara berlangsung khidmat dengan beberapa poin utama:

  1. Serah Terima Tirta & Bibit Pohon: Camat Tuntang menerima Tirta Prawitra Suci (air jamasan) dari Camat Bringin. Selain air, diserahkan pula bibit pohon sebagai simbol komitmen konservasi sumber mata air di wilayah Tuntang.
  2. Penyusunan Gunung Ulu Wetu: Bapak Dhani Ardianto secara simbolis memasang hasil bumi (Ulu Wetu) pada gunungan yang telah disiapkan. Petugas berpakaian adat dengan telaten menyusun hasil tani tersebut, yang nantinya akan dikirab secara estafet menuju Kecamatan Pringapus pada Rabu, 11 Februari 2026.
  3. Simbol Kebebasan: Sebagai bentuk rasa syukur dan kecintaan terhadap alam, dilakukan prosesi pelepasan burung ke alam bebas.
  4. Hastungkara (Doa): Acara ditutup dengan doa bersama agar perjalanan rombongan menuju Pringapus diberikan kelancaran, serta ungkapan terima kasih atas kehadiran rombongan dari Kecamatan Bringin.

SMPN 1 Tuntang: Rumah Bagi Pelestari Budaya

Setelah prosesi inti selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah. Menariknya, SMP Negeri 1 Tuntang tidak hanya menjadi lokasi seremoni, tetapi juga menjadi “rumah” bagi para Bergodo (pasukan adat). Setelah sesi sarasehan, para Bergodo dipersilakan untuk beristirahat dan menginap di area sekolah sebelum melanjutkan kirab esok hari.

“Kegiatan ini merupakan sarana edukasi nyata bagi siswa-siswi SMPN 1 Tuntang untuk melihat langsung bagaimana kearifan lokal dijaga dan dihormati. Ini bukan sekadar seremoni, tapi soal identitas kita sebagai warga Kabupaten Semarang,” ujar salah satu perwakilan sekolah.

Selamat Hari Jadi ke-505 Kabupaten Semarang! Semoga bumi Serasi tetap jaya dan lestari.

Penulis: Tim Website SMPN 1 Tuntang

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *